ALFI Siap Optimalkan Layanan Kargo dan Logistik di Bandara AP I

ALFI Siap Optimalkan Layanan Kargo dan Logistik di Bandara AP I

JAKARTA - PT Angkasa Pura (AP) I menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kerja sama dengan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI). Kerja sama ini sebagai langkah awal pengembangan dan peningkatan layanan kargo dan logistik di seluruh bandara yang dikelola AP I.

Direktur Pengembangan Usaha AP I (Persero), Dendi T Danianto mengatakan penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan wujud kolaborasi pihaknya dengan stakeholder kunci di sektor logistik yang juga bertujuan untuk turut mengakselerasi penerapan ekosistem logistik nasional atau national logistic ecosystem yang diinisiasi Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan pada 2020.

Diharapkan kolaborasi ini dapat mendukung rencana pengoptimalan bisnis kargo perusahaan dalam jangka pendek dan menengah, kata Dendi usai penandatanganan kerjasama di Jakarta, Senin (1/3).

Dia menjelaskan kolaborasi ini juga merupakan upaya untuk mendukung strategi revenue enhancement AP I, khususnya pada area bisnis logistik dan kargo. Pada masa pandemi, kinerja trafik kargo pada 2020 dibanding 2019 di bandara AP I masih bisa tumbuh tipis 2,09 persen dibanding dengan trafik penumpang dan pesawat yang memang turun drastis.

Oleh karena itu, untuk menjaga dan memanfaatkan pertumbuhan trafik kargo yang pada 2021 diprediksi tumbuh tipis 2,1 persen menjadi sekitar 445.300 ton, AP I melakukan beberapa inisiatif, salah satunya rencana kerja sama dengan ALFI ini, katanya.

Sementara itu, Ketua Umum ALFI, Yukki Nugrahawan mengatakan penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bentuk kolaborasi yang dapat mendukung implementasi National Logistic Ecosystem sehingga biaya logistik di Indonesia semakin kompetitif dan Indonesia dapat masuk 30 besar dunia dan 3 besar di ASEAN terkait logistic performance index pada 2024.

Adapun ruang lingkup nota kesepahaman ini mencakup penjajakan rencana kerja sama pada lima bidang yaitu, pertama perlindungan keamanan terhadap pengguna layanan kargo udara yang dikelola oleh AP I, kedua peningkatan service level agreementb(SLA), key performance index (KPI), dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang menangani kargo dan logistik di bandara AP I, katanya.

Selain itu, kata Yukki, ruang lingkup dalam kerjasama ketiga akan dilakukan standardisasi pelayanan penanganan kargo dan logistik di bandara AP I; keempat, penyediaan fasilitas pendukung pelaksanaan seperti lahan, warehousing, ruangan pelaku usaha logistik dan forwarder, cold storage, layanan fast track, dan lain-lain yang dapat meningkatkan volume kargo; dan terakhir pelayanan logistik dan kargo tidak terbatas pada moda transportasi udara, namun juga transportasi darat dan laut.

Share this Post: