Bangun Rantai Pasok Berbasis Digital, ALFI Siap Menjadi Trade Facilitator

Bangun Rantai Pasok Berbasis Digital, ALFI Siap Menjadi Trade Facilitator

Seiring dengan perkembangan industri yang memasuki era 4.0, digitalisasi dan logistik menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Cepat atau lambat digitalisasi telah merambah ke semua lini, termasuk sektor logistik. 

Menurut Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi, kesiapan ALFI untuk menyongsong era industry 4.0 meliputi dua hal. 

Pertama, menyiapkan sumber daya manusianya dengan berbagai pelatihan melalui ALFI institute. Kedua, ALFI melakukan pengembangan digitalisasi Smart Logistics yang dibangun dalam Website ALFI (ilfa.or.id) secara bertahap. 

Saat ini modul yang siap adalah modul impor, ekspor, track and trace, yang telah mencakup lebih dari 150 negara, selanjutnya pengembangan rantai pasok sampai dengan ke last mile delivery. 

Tahap awal Track and Trace yang saat ini dikembangkan tentunya meliputi transportasi laut, darat dan udara, karena pergerakan arus barang tidak hanya melalui jalur laut, selanjutnya pada Internet of Things (IoT), pergudangan, depo dan data exchange (pertukaran data).

Tak lupa sektor perbankan untuk menunjang Trade Financing, unggkap Yukki yang juga Chairman Asean Freight Forwarder Association, Kamis (30/5). 

Dia menambahkan, ALFI sedang dalam proses menjalin kerja sama global baik kerja sama platform teknologi maupun communities network, dimulai dari tingkat ASEAN, beberapa negara Timur Tengah, AS, Jepang, Kanada, China dan Amerika Latin. 

Kerja sama tersebut meliputi teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber dan merupakan tren otomatisasi dan pertukaran data, termasuk cyber-fisik, IoT, komputasi awan (cloud-based) dan komputasi kognitif (cognitive computing, self-learning system) dan community-based, di mana outputnya akan tercipta kolaborasi global dan kemudahan bisnis proses logistik bagi para anggota ALFI. 

Tahap awal sosialisasi tersebut akan dilaksanakan setidaknya di 5 wilayah DPW ALFI meliputi, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Makassar dan Belawan. Yukki optimis target integrasi global platform ini bisa terlaksana di kuartal ketiga 2019. 

Dalam konteks platfrom digital ini, bisnis yang tumbuh harus mencari sesuatu yang berbeda bukan sekadar menjadi lebih baik dan bicara digitalisasi, yang perlu di antisipiasi baik dalam dunia pelayaran dan logistik adalah kecepatan untuk beradaptasi dan agilitas serta transparansi dalam proses internal dan eksternal. 

ALFI yang saat ini mengembangkan rantai pasok berbasis digital guna meningkatkan daya saing agar dapat menuju Indonesia yang kompetitif, dinamis dan inovatif.

“Tentunya ALFI tidak bisa bergerak sendiri, dibutuhkan kolaborasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya.

Pembangunan kolaborasi digital platform ini juga meliputi fitur-fitur seperti global manifest, cross border trade connectivity, dan supply chain service orchestration.

Harapannya, ALFI bisa menjadi trade facilitator dan community network di ASEAN, beberapa negara Timur Tengah, AS, Jepang, Kanada, China dan Amerika Latin. 

http://translogtoday.com/2019/05/31/bangun-rantai-pasok-berbasis-digital-alfi-siap-menjadi-trade-facilitator


Share this Post: