Ecosystem Logistic Indonesia Butuh Ecosystem Regional

Ecosystem Logistic Indonesia Butuh Ecosystem Regional

 Asia Tenggara (ASEAN) merupakan kawasan ekonomi digital dengan tingkat pertumbuhan yang menarik. Perubahan prilaku ekonomi masyarakat dalam kawasan ASEAN kearah ekonomi digital, berdampak pada sektor logistik yang menjadi komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Pergerakan nilai ekonomi sangat didukung oleh logistik yang baik.

Digitalisasi logistik telah menjadi keharusan di dalam ekonomi digital. Logistik dalam industry 4.0 tidak semata-mata memindahkan barang dari satu pihak kepada pihak lain, melainkan lebih menekankan kepada pentingnya perpindahan data dari satu entitas kepada entitas lain.

Yukki Nugrahawan Hanafi, Ketum Uumum ASEAN Freight & Forwarder Association (AFFA) mengatakan, kecepatan data bergerak jauh melebihi pergerakan barang, sehingga konektivitas masyarakat logistik menjadi keharusan. “Seamless logistic merupakan satu dari lima pilar di dalam ASEAN Connectivity 2025. Hal ini mendorong perlunya interaksi antar berbagai platform perdagangan dan logistik untuk menjadi suatu ekosistem yang kuat guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN,” ujar Yukki, dalam pertemuan Cross Border Trade Facilitation Plartform di Cyberjaya, Malaysia.

Selanjutnya, pria yang menduduki jabatan Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) ini menambahkan, Indonesia dengan karakter negara kepulauan memiliki tantangan yang cukup berbeda dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN. “Konektivitas arus informasi, barang dan keuangan menjadi hal yang penting dalam mendukung ekonomi digital Indonesia. Interaksi antara 4P (Public, Private, Professional & People),” ujar dia.

Menurut Yukki, ecosystem logistik menjadi media yang sangat diperlukan untuk memenuhi tuntutan konektivitas yang tinggi dalam menjaga kualitas interaksi antar pemangku kepentingan ekonomi dengan karakteristik geografis Indonesia. “Ecosystem menjadi keharusan dan penting, sebab ecosystem logistic merupakan jembatan ekonomi digital dalam interaksi ekonomi dalam dan luar negeri  Indonesia. Kebutuhan informasi yang real time, cepat, aman dan akurat menjadi nilai-nilai yang ditawarkan ecosystem logistic,” jelas dia.

Transparansi informasi dalam ecosystem logistic memberikan kepastian  dan  nilai ekonomi yang kompetitif. Hal ini menjadi daya tarik masyarakat ekonomi digital dan hal yang membedakan dalam dengan ekonomi konvensional sebelumnya. “Informasi tidak lagi menjadi milik sekelompok pemangku kepentingan, melainkan menjadi milik bersama yang dapat dengan mudah di akses untuk menjadi insight dalampenyusunan strategi masing-masing pemangku kepentingan. Setiap pemangku kepentingan akan mendapatkan pengalaman (user experience) yang berbeda dan akan memberikan nilai tambah baru bagi keberadaannya dalam peradaban digital,” terang dia.

ASEAN memerlukan ecosystem logistik untuk menfasilitasi arus informasi logistik dalam kawasan regional. Keberadaan ecosystem logistik ASEAN adalah hal yang mutlak untuk mendukung ASEAN Connectivity 2025 dan ekonomi digital ASEAN. “Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi internasional dan perang dagangantara Amerika Serikat dan Tiongkok, kondisi makro ekonomi ASEAN masih dalam keadaan yang baik dibandingkan dengan kawasan lain,” ucap dia.

Indonesia sebagai anggota ASEAN harus bergerak cepat dalam beradaptasi dengan trend logistik regional dan internasional. Ecosystem logistik Indonesia harus segera terbentuk dan terkoneksi dengan ecosystem regional.

“Hal ini dimaksudkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi digital ASEAN. Pemangku kepentingan logistik Indonesia harus berkontribusi aktif dalam ecosystem logistik Indonesia, eksklusifitas dalam berinteraksi tidak lagi menjadi warna peradaban digital saat ini,” tandas Yukki. 

http://transportasi.co/ecosystem_logistic_indonesia_butuh_ecosystem_regional_3158.htm


Share this Post: