Paradigma Baru Bisnis Logistik, Kolaborasi Pemerintah, Universitas dan Industri

Paradigma Baru Bisnis Logistik, Kolaborasi Pemerintah, Universitas dan Industri

Program studi Akuntansi (Prodi Akuntansi) FEB UNS bersama Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) sukses menyelenggarakan acara seminar internasional (International Conference on Business, Accounting, Supply Chain, and Logistics atau ICBASL) bertajuk “The New Paradigm of Link and Match between Government, University, and Industry”.

Suatu paradigma baru dalam bisnis logistik di mana adanya kolaborasi antara pemerintah, universitas, dan industri.  Hal ini dibahas dalam seminar internasional yang diadakan di Hotel Haris, Surakarta, pada Kamis, 21 November 2019. Pengusungan tema seminar internasional ini bertujuan untuk membentuk sebuah paradigma baru dengan menyatukan perspektif pengetahuan di antara para akademisi (Prodi Akuntansi), praktisi (ALFI), dan pemerintah terkait dunia logistik.

 Niat memperluas perspektif ilmu akademik dengan cara menggandeng asosiasi praktisi disambut baik oleh pihak ALFI yang merasa perlu adanya keselarasan antara perspektif akademis dan praktisi untuk membantu pemerintah mengembangkan perekonomian dari sisi logistik.

Acara seminar Internasional ini mengundang para akademisi dari berbagai Negara, perwakilan praktisi dari industri/pelaku usaha seperti dan pihak pemerintah. Sebanyak 250 lebih abstrack paper terdaftar dalam acara ini dari berbagai topik terkait bisnis, akuntansi, supply chain, dan logistik yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap ilmu perekonomian terutama bisnis logistik dari berbagai sudut pandang.

Acara hari Kamis ditutup dengan pelantikan anggota baru ALFI wilayah Jawa Tengah yang merekrut pihak-pihak akademisi FEB UNS.

Kemudian pada Jumat 22 November 2019. ALFI mengadakan Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) sekaligus menjadi agenda pertama dari para akademisi yang dilantik di malam sebelumnya. Rapimnas diselenggarakan di PT Sri Rejeki Isman Tbk dan turut mengundang Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Badan Kordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan para pelaku bisnis logistik nasional dari Aceh hingga Papua.

Menhub Budi Karya Sumadi mengapresiasi rapimnas ALFI yang mengusung tema penyusunan langkah Strategis Indonesia untuk meningkatkan daya saing dan SDM dalam rangka mendorong investasi dan ekspor.

“Semoga setelah adanya kolaborasi dari tiga elemen yang menciptakan paradigma baru bisnis logistik, juga setelah rapimnas ALFI agar nantinya kinerja logistik nasional dapat semakin membaik sehingga bisa meningkatkan investasi,” ucap BKS sapaan akrabnya.

Senada dengan Budi Karya Sumadi. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, kontribusi ALFI sebagai organisasi yang mengkordinir para pengusaha logistik nasional sangat strategis dalam membangun perekonomian bangsa

Sementara itu, Ketua Umum DPP ALFI, Yukki Nugrahawan Hanafi mengaatakan, salah satu cara untuk meningkatkan kinerja logistik nasional adalah melakukan kolaborasi antara pelaku usaha logistik dan industri serta perguruan tinggi sehingga dapat mendorong investasi dan menambah daya saing ekspor komoditas unggulan di pasar global.

Menurutnya, arti penting campur tangan lembaga pendidikan kejuruan dan perguruan tinggi terutama adalah dalam menyiapkan sumber daya manusia. Ke depan diharapkan, kolaborasi antara pihak akademisi dan praktisi dapat membawa kemajuan signifikan di bidang bisnis logistik sehingga dapat membantu perekonomian Indonesia. 

http://transportasi.co/paradigma_baru_bisnis_logistik_kolaborasi_pemerintah_universitas_dan_industri_3175.htm


Share this Post: