Bahlil Sebut Investasi Pariwisata Seksi, Tapi Banyak Regulasi Aneh

Bahlil Sebut Investasi Pariwisata Seksi, Tapi Banyak Regulasi Aneh
Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan investasi di sektor pariwisata susah berkembang dengan baik sebab terlilit oleh aturan.

Banyak investor mengincar sektor pariwisata, tapi terlilit oleh regulasi yang aneh-aneh, ujar Bahlil usai meresmikan peletakan batu pertama pembangunan theme park dan water park di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (3/1/2020).
style=

Salah satu contoh investasi pariwisata yang sempat terhambat akibat regulasi aneh tersebut adalah Cable Car (Kereta Gantung) yang rencananya bakal dibangun di Banyuwangi. 

Demikian menurut Bahlil berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. 


Menurut Bahlil, pembangunan wahana ini mandek di tengah jalan lantaran tersendat izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang belum juga turun. 

Padahal, Pemerintah Daerah telah mengajukan permohonan tersebut telah lebih dari tiga tahun. 

Sampai sekarang belum keluar-keluar juga. Padahal, anggaran kita sudah habis mondar-mandir ke Jakarta, ujar Bupati Abdullah.

Bupati Abdullah mengatakan, Banyuwangi menawarkan view yang menarik untuk dinikmati wisatawan dari atas. Namun, daya tarik wisata ini terhalang realisasinya sebab tak kunjung mendapat izin dari kementerian terkait untuk konstruksi Cable Car tersebut.


Dikatakannya, Indonesia tak punya wahana Cable Car selain di Taman Mini. Sedangkan, di berbagai negara sedang gandrung-gandrungnya membangun Cable Car. 

Kalau di Eropa tak usah disebut lagi. Hampir semua negara ada. China di mana-mana bangun Cable Car. Kita malah dibuat susah oleh regulasi kita sendiri atau birokrasi, pungkas Abdullah.
Share this Post: