Dukung Program 100 Hari Kerja Pemprov Sulsel, Perindag Sulsel-Kemendag RI Geliatkan Ekspor Direct Call Secara Kontinyu

Dukung Program 100 Hari Kerja Pemprov Sulsel, Perindag Sulsel-Kemendag RI Geliatkan Ekspor Direct Call Secara Kontinyu

MAKASSAR, Pedomansulsel.com – Kementerian Perdagangan RI bersama Dinas Perindustrian Perdagangan Sulsel dan stakeholder terkait membahas  pengembangan konektivitas dan daya saing ekspor kedepannya.

Hal ini ditujukan untuk menggenjot dan lebih menggeliatkan ekspor direct call kedepannya lagi secara kontinyu, sekaligus sebagai dukungan program 100 hari kerja Pemerintah Provinsi Sulsel.

Direktur Ekspor Hasil Pertanian dan Kehutanan Kementerian Perdagangan, Ninuk Rahayuningrum, mengungkapkan, ide dari Perindag ini sangat spektakuler. Pihaknya sangat mendukung dengan adanya direct call dari Makassar ke negara tujuan. Apalagi, negara Indonesia merupakan negara kepulauan. Jadi, tiap-tiap daerah potensial harus lebih dioptimalkan.

Apalagi, komoditi ekspor dari pertanian dan kehutanan sangat diminati di luar negeri, dan berharap bahan baku tersebut, tetap tersedia secara kontinyu. Caranya, sektor industri pertanian dan kehutanan harus ditingkatkan. Seiring itu,  inovasi produk juga sangat dibutuhkan. Begitu pun, standar produk harus lebih ditingkatkan lagi dengan dukungan konektivitas yang lancar.

“Karena itu, peran serta dari stakeholder terkait sangat diperlukan secara kontinyu. Jangan karena sudah ada komoditinya sudah siap ekspor, malah terkendala di perizinan yang lama dan lainnya, ditambah lama di perjalanan lagi. Karena itu, direct call Makassar ke negara tujuan Eropa dan negara-negara lainnya perlu dikembangkan lagi kedepannya dan ini sangat mendukung pertumbuhan ekonomi di Sulsel kedepannya,” katanya pada Pedomansulsel.com, di kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Jl Manunggal, Kamis (8/11/2018).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Hadi Basalamah, mengungkapkan, rapat koordinasi ini merupakan upaya dukungan penuh pada program direct call yang saat ini berjalan. Ini juga langkah, meningkatkan nilai ekspor dan lebih mendongkrak populeritas komiditi Sulsel di mancanegara.

Caranya, tingkatkan daya saing produk, konektivitas harus berjalan secara kontinyu dan permudah konektivitas dan pelayanan.

“Untuk merealisasikan tersebut, dukungan dari stakeholder terkait sangat dibutuhkan. Karena itulah, kami hadirkan mereka di sini untuk membahas apa-apa saja yang menjadi problem saat ini yang menjadi kendala, dan bagaimana kedepannya supaya bisa berjalan lancar tanpa ada lagi persoalan-persoalan yang akan menghambat dan menjadi polemik,” katanya.

Perwakilan Tim TP2D Sulsel, Yusran Jusuf, sangat mengapresiasi akselerasi Dinas Perdagangan Sulsel.

Menurutnya, langkah pengembangan direct call dan peningkatan ekspor ini merupakan hal sangat penting dan harus mendapat dukungan dari stakeholder terkait, karena hal itu tidak bisa berjalan tanpa peran serta yang terlibat di dalamnya.

Selain itu, industri hulu harus diprioritaskan dan didorong. Begitu pun, lembaga-lembaga pelaku usaha yang terkait di dalamnya harus terus didorong. Apalagi, salah satu kendala ekspor karena kurangnya bahan baku.

Kendala lainnya, karena kurang bersaingnya komoditi. Nah, untuk merubah hal itu, para petani harus diperkuat dengan perbaikan benih, pendampingan dan penyuluhan.

“Selain itu, dukungan sinergi perbankan juga sangat diperlukan dalam hal ini, karena petani juga butuh modal untuk berkembang. Jika, perbankannya susah memberikan jalan, maka hasil pertanian juga susah mengalami kemajuan,” katanya.

Sementara, Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) DPD Sulselbar, Harief. R. Pabettingi, mengungkapkan, dengan adanya rapat tersebut, akan menjadi acuan bagaimana kedepannya komoditi ekspor Sulsel lebih meningkat dan lebih bersaing lagi kedepannya. Tentunya, hal itu akan berdampak pada peningkatan ekonomi Sulsel lagi.

“Karena itu, kami sangat berharap hal ini mendapat dukungan dari stakeholder terkait, agar direct call ini terus kontinyu, dan tidak ada lagi namanya kekurangan bahan baku selanjutnya,” katanya.

Rapat Evaluasi Direct Call tersebut, juga dihadiri Kadin Sulsel, Ketua Komisi B DPRD Provinsi Sulsel, Pelindo IV, Asisten II Ekonomi, Bappeda Sulsel, Bea dan Cukai Makassar, Dinas Pertanian Sulsel, Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Otoritas Pelabuhan Makassar, Hapag LIoyd, SITC Lines, dan semua Asosiasi di Sulsel, serta semua stakeholder terkait.

Marwiah Syam

http://pedomansulsel.com/2018/11/08/dukung-program-100-hari-kerja-pemprov-sulsel-perindag-sulsel-kemendag-ri-geliatkan-ekspor-direct-call-secara-kontinyu/

Share this Post: