• MyPassion

Dirut Pelindo IV: 2,5 tahun Bangun Konektivitas KTI, Disparitas Harga Makin Susut

07 May,2018

*Seminar Peningkatan Investasi dan Ekspor Non Migas Se Indonesia Timur, Palu (3/05)

PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV) terus membangun konektivitas di Kawasan Timur Indonesia (KTI) hingga suplai sejumlah komoditas di wilayah ini berjalan lancar. 

“Dua setengah tahun kami bangun konektivitas di KTI dampaknya  disparitas harga antara wilayah timur Indonesia dan barat Indonesia   perlahan kini menyusut serta harga barang ditingkat konsumen sudah menurun,” ujar Doso Agung, Direktur Utama  Pelindo IV.

Hal itu diungkapkan Doso dalam seminar "Peningkatan Investasi Dan Ekspor Non Migas Se-Indonesia Timur"  yang dilaksanakan Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sulawesi Tengah, di Palu,  Kamis lalu (3 Mei).

Doso mengklaim daya beli masyarakat Timur Indonesia kini bergairah kembali sebagai  efek positif dari kelancaran suplai distribusi barang di seluruh pelabuhan yang dikelola Pelindo IV, ujar Doso dalam siaran persnya.

Dia mencontohkan, harga semen di Wamena, Papua, yang semula Rp 500.000 per sak, menjadi Rp 300.000 per sak atau mengalami penurunan harga sebesar 40 persen.

Demikian juga harga beras di Sorong yang semula Rp 13.000 per kg, kini menjadi Rp 10.500 per kg atau turun harga sebesar 20 persen dan harga komoditi lainnya.

Konektivitas yang dilakukan Pelindo IV di antaranya membuka rute pelayaran ekspor langsung atau sebaliknya impor dengan tujuan langsung dari dan ke (direct call dan direct expor) Pelabuhan Makassar dan pelabuhan di kawasan Timur Indonesia.

Direct call dan direct export hingga kini intens dilakukan Pelindo IV bekerjasama dengan perusahaan pelayaran internasional asal Hongkong, SITC di pelabuhan besar di KTI, seperti Pelabuhan Makassar, Pantoloan, Ambon, Balikpapan dan Jayapura.

“Awal kami buka direct call dan mengirimkan barang langsung cuma ke tiga negara dan hanya 40 kontainer per bulan, tapi sekarang sudah mencapai 3 ribu kontainer per bulan,” ujar Doso. 

Apa yang telah dilakukan menurutnya sebagai upaya Pelindo IV selaku BUMN hadir di tengah masyarakat sekaligus mengemban tugas pemerintah pusat guna menekan disparitas harga yang sebelumnya begitu tinggi antara wilayah Barat dan Timur Indonesia.

Wilam Chon - Jakarta, 06/05/2018, 20:29

Source: http://indoshippinggazette.com/2018/dirut-pelindo-iv-2-5-tahun-bangun-konektivitas-kti-disparitas-harga-makin-susut



Powered by.
Tentang.

Diawali dengan lahirnya GAFEKSI /INFA (Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Seluruh Indonesia / Indonesian Forwarders Association) pada 25 Juli 1989 sebagai satu- satunya asosiasi yang mengembangkan industri jasa FF dan Kepabeanan di Indonesia